THE SECOND JOINT STEERING COMMITTEE MEETING (THE 2nd JSC MEETING)


“A JOINT COOPERATION FOR STRENGTHENING THE CAPACITY OF THE FOREST MANAGEMENT UNIT (FMU) INCLUDING PREPARATION FOR REDD+ IMPLEMENTATION AT KPH TASIK BESAR SERKAP”


Proyek Kerjasama Korea-Indonesia FMU/REDD+ in Tasik Besar Serkap dimulai sejak ditandatanganinya Record of Discussion (RoD) pada 25 Januari 2012. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat KPH dalam menerapkan pengelolaan hutan yang baik dan mempersiapkan penerapan REDD+ di lahan gambut. The 2nd JSC Meeting Proyek “KI FMU/REDD+ in TBS” dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2014 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Dalam sambutannya, Sekretariat Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, Ir. Basoeki Karyaatmadja, M.Sc. menyampaikan tujuan diselenggarakannya JSC Meeting ini yaitu untuk mereview perkembangan pelaksanaan proyek di  tahun 2013. Selain itu, JSC Meeting ini diharapkan dapat mengambil keputusan-keputusan penting yang dapat mengakselerasi pelaksanaan proyek.


The 2nd JSC Meeting merupakan tindak lanjut dari 1st JSC Meeting yang diselenggarakan pada 26 April 2013. Delegasi Korea dalam JSC Meeting ini diketuai oleh Mrs. Lee Mira, Director of Global Forest Resources and Trade Division dan terdiri atas First Secretary to the Korean Embassy in Indonesia, Deputy Director in charge of REDD+ , perwakilan KIFC dan Korea Co-Director. Dari pihak Indonesia yang hadir dalam JSC Meeting ini antara lain Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan selaku anggota JSC, Direktur Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan selaku Project Executing Agency dan anggota JSC, Kepala Bidang Kerjasama Teknik Pusat Kerjasama Luar Negeri, perwakilan Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan, Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Setditjen Planologi Kehutanan, KPH Tasik Besar Serkap serta Indonesia Co-Director dan Secondee.


“Pelaksanaan proyek ini dapat memperkuat hubungan kerjasama antara Korea dan Indonesia, berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat lokal dan memfasilitasi kegiatanpeningkatan kapasitas bagi parapihak”, ujar Dr. Nam Sung Hyun, Director of Korea Indonesia Forest Center (KIFC) dalam sambutannya. “Dengan adanya proyek ini, harapannya KPH Tasik Besar Serkap dapat menjadi salah satu KPH yang memiliki pengelolaan yang baik terutama dalam hal penerapan kegiatan REDD+ “, tambahnya lagi.

untuk berita selanjutnya dapat diunduh pada link berikut

Penulis :

Deazy Rachmi Trisatya