Sejarah Sinpasdok


Pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai salah satu prioritas dalam RPJMN Tahun 2015-2019 melahirkan data dan informasi yang kompleks tentang KPH. Dalam rangka mendukung dan mempromosikan KPH sebagai unit pengelola kawasan hutan di tingkat tapak, data dan informasi tersebut perlu disebarluaskan kepada publik


Sistem Informasi Spasial dan Dokumentasi Kesatuan Pengelolaan Hutan Plus (Sinpasdok KPH+) hadir untuk mengimplementasikan tujuan tersebut dan dapat diakses melalui kph.menlhk.go.id. Pengelolaan Sinpasdok KPH+ bersifat “Tersebar di Tingkat Tapak dan Terkendali di Pusat”. Inovasi ini menghadirkan sebuah sistem informasi yang sangat interaktif dengan melibatkan seluruh unit KPH di tingkat tapak dan dikoordinasikan di Pusat oleh Direktorat Rencana, Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan.


Unit Pengelola, jenis data, dan mekanisme penyelenggaran Sinpasdok KPH+ mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Nomor P.4/PKTL/REN/PLA.0/4/2017 tanggal 27 April 2017 tentang sistem informasi spasial dan dokumentasi kesatuan pengelolaan hutan (SINPASDOK KPH)


Pada tahun 2018 Sinpasdok KPH+ telah memiliki beberapa aplikasi turunan, salah satunya adalah EWS (Early Warning System). EWS adalah bagian dari aplikasi Sinpasdok KPH+ yang berfungsi menampung data spasial dan memberikan peringatan dini terkait informasi kebakaran hutan yang terjadi di KPH.


Pada tahun 2019 Sinpasdok KPH+ dilakukan upgrading web service infrastructurnya dari sebelumnya menggunakan framework joomla menjadi berbasis Code Igniter.