Data dan Informasi KPH



PROVINSI Sulawesi Tengah

BALANTAK

Ekologi

No
Butir
Uraian
1 Jenis Tanah Tanah di kawasan KPHP Model Balantak beragam jenisnya yaitu antara lain adalah podsolik merah kuning, latosol, rendzina, mediteran merah kuning, brown forest soil, aluvial, aluvial hidromof, dan organosol
2 Jenis Kayu Jenis kayu sebagai berikut Kayu Meranti (Shorea spp.), Palapi (Herriteria sp.), Nyatoh (Palaqiumspp.), Rau (Dracontamelon mangiferum), Bintangur (Calophyllum soulatri), Agatis/Damar (Agathis spp.), Matoa (Pometia pinnata), Dao (Dracontamelon dao), Mangga hutan (Mangifera foetida), Binuang (Octomeles sumatrana)
3 Satwa Liar Terdapat beberapa jenis fauna langka dan dilindungi seperti Anoa, Rusa, Babirusa, Burung Maleo, Burung Rangkong, Burung Nuri, dan lain-lain
4 Kelerengan Kondisi topografi pada wilayah KPHP Model Balantak bervariasi yang terdiri atas beberapa kelas lereng dengan sebaran sebagai berikut: 25,36% dari luas total kawasan berlereng datar (0-8%), 7,01% dari luas total kawasan berlereng landai (8-15%), 34,77% dari luas total kawasan berlereng agak curam (15-25%), 32,80% dari luas total kawasan berlereng curam (25-45%) dan sisanya sebanyak 0.05% dari luas total kawasan berlereng sangat curam (>45%)
5 DAS Di wilayah KPHP Balantak terdapat 5 DAS prioritas I yaitu DAS Balantak, DAS Malik, DAS Bualemo dan DAS Waru. Sedangkan DAS lainnya termasuk dalam prioritas II adalah DAS Tikupon, DAS Samaku, DAS Taipa, DAS Lomba, DAS Siuna, DAS Hunuhon, DAS prioritas III adalah DAS Toiba, DAS Sukon, DAS Bolion, DAS Patipati dan DAS Andala
Sumber : Dokumen RPHJP KPH
No
SK Rehabilitasi
Tanggal SK Rehabilitasi
Luas SK Rehabilitasi
Nama IPPKH
SK IPPKH
Tanggal

Rehab DAS Dalam KPH

Sumber : Direktorat RPP Kementerian KLHK

Lahan Kritis

Izin di Lahan Kritis.
No
Tahun
Sangat Kritis (Ha)
Kritis (Ha)
Potensial Kritis (Ha)
Agak Kritis (Ha)
Non Izin di Lahan Kritis.
No
Tahun
Sangat Kritis (Ha)
Kritis (Ha)
Potensial Kritis (Ha)
Agak Kritis (Ha)
Sumber Lahan Kritis : Direktorat PDAS HL
No
Tahun Pengukuran
Tutupan Lahan
Model 20up (m³ / Ha)
Model 50up (m³ / Ha)

TSP/PSP

Sumber : Direktorat IPSDH kementerian KLHK
No
Butir
PL 2009 (Ha)
PL 2012 (Ha)
PL 2015 (Ha)
PL 2017 (Ha)

Tutupan Lahan

1 Hutan Mangrove Primer 0 0.00 0.00 0.00
2 Hutan Mangrove Sekunder 0 869.00 869.00 869.00
3 Hutan Rawa Primer 0 0.00 0.00 0
4 Hutan Rawa Sekunder 0 0.00 0.00 0.00
5 Hutan Lahan Kering Primer 0 30.11 30.11 30.11
6 Hutan Lahan kering Sekunder 0 0 0 0
7 Hutan Tanaman 0 0.00 0.00 0.00
8 Semak Belukar 0 7.98 7.98 7.98
9 Pertambangan 0 0.00 0.00 0.00
10 Perkebunan 0 0.00 0.00 0.00
11 Pertanian Lahan Kering 0 654.00 654.00 654.00
12 Pertanian Lahan Kering Campur Semak 0 0 0 0
13 Sawah 0 65.00 65.00 65.00
14 Rawa 0 0.00 0.00 0.00
15 Tambak 0 0.00 0.00 0.00
16 Semak Belukar Rawa 0 0 0 0
17 Bandara 0 0 0 0
18 Savana 0 0 0 0
19 Transmigrasi 0 0.00 0.00 0.00
20 Tanah Terbuka 0 0 0 0
21 Pemukiman 0 0 0 0
22 Danau 0 0 0 0
Sumber Penutupan Lahan : Direktorat IPSDH kementerian KLHK
No
Provinsi
Kabupaten
Kriteria
Luas 20 Ha
1 Sulawesi Tengah Hutan Produksi yang dapat DiKonversi (HPK) tidak produktif 6,336.25
2 Sulawesi Tengah Lahan garapan berupa sawah dan tambak rakyat 152.67
3 Sulawesi Tengah Permukiman, fasos dan fasum 1,514.69
4 Sulawesi Tengah Permukiman Transmigrasi beserta fasos-fasumnya yang sudah memperoleh persetujuan prinsip 1,547.36
5 Sulawesi Tengah Pertanian lahan kering yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat 8,639.41

TORA

Silahkan hover atau klik tombol di sebelah kiri
Klik untuk kembali ke tampilan awal peta! (tindakan ini juga bisa dilakukan dengan tekan tombol Shift + Klik kiri)
Klik untuk mencetak tampilan peta
Mohon sunting satu lapisan dan pilih fitur yang akan di sunting!
Koordinat dalam Derajat Menit Detik
Tambah Koordinatklik tombol di kanan untuk menambah koordinat
KosongkanTambahkan
Peta KPHP BALANTAK