Galeri KPH



     

Produk HHBK UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun Gelang/Kalung sebalik sumpah, kearifan lokal masyarakat SAD di Provinsi Jambi yang telah dikemas oleh UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun
Madu hutan yang dikumpulkan dan dipanen secara tradisional dan berkelanjutan, yang diproses dengan menjaga kebersihan, higienis dan mengutamakan kemurnian madu. Sehingga bermanfaat untuk menjaga metabolisme tubuh kita. Madu ini dipanen dan dikumpulkan oleh kelompok tani madu yang ada di Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun dan di kemas oleh UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun.
Pameran HHBK di kegiatan Global Tiger Day 2018
Minum madu bersama Menteri KLHK (Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc.) pada acara pameran usaha kehutanan (PUSAKA) di Hutan Pinus Mangunan, Yogyakarta.
Kegiatan pameran acara Sarolangun Expo pada tanggal 10-15 Oktober 2018 dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Sarolangun yang ke-19. UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun bekerja sama dengan Dinas Koperindag Sarolangun memamerkan HHBK berupa madu hutan asli Kabupaten Sarolangun dan kerajinan berupa gelang dan kalung sebalik sumpah yang merupakan produk unggulan UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun.
Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan salah satu potensi HHBK yang ada di Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun, produk ini belum dipasarkan secara luas dan merupakan inovasi dari masyarakat di Kecamatan Singkut.
Gula Aren atau Enau merupakan salah satu potensi yang di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, akan tetapi produksinya masih rendah dan mulai berkurang karena ketersediaan bahan baku yang semakin berkurang.
Beeswax atau lilin lebah merupakan produk dari olahan sarang lebah madu hutan yang diproduksi oleh masyarakat pengumpul madu di Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun.
Minyak serai wangi yang diproduksi oleh swadaya masyarakat di Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun. Produksi minyak masih sedikit karena masih tahap penaman.