Galeri KPH



     

Kantor UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun Jl. Jenderal Sudirman RT.17, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun.
25 Oktober 2017, Ground check titik api oleh tim UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun berdasarkan informasi dugaan hotspot pada tanggal 24 Oktober 2017 yang diperoleh dari Sistem Peringatan Dini Kebakaran Hutan Berbasis KPH. Ketika tim melaksanakan kegiatan patroli pada tanggal 24 Oktober 2017, tim telah melihat gumpalan asap di sekitar Desa Pangedaran Kec. Pauh akan tetapi tim tidak menemukan akses menuju lokasi tersebut, dan pada tanggal 25 Oktober 2017 tim melakukan ground check titik api berdasarkan laporan tersebut. Lokasi yang ditemukan oleh tim patroli diduga sama dengan lokasi yang terbakar berdasarkan pantauan satelit SNPP dengan tingkat kepercayaan 100%. Tim berhasil menemukan lokasi setelah mendapatkan titik koordinat berdasarkan laporan tersebut dan berkoordinasi dengan pihak PT. Samhutani, lokasi sangat sulit dijangkau. Wilayah tersebut berada di kawasan HP. Bukit Dengung dan termasuk areal IUPHHK-HTI PT. Samhutani. Areal yang terbakar sekitar 8 Ha dengan didominasi vegetasi ilalang. ketika tim sampai di lokasi sebagian besar api telah padam hanya ada beberapa titik yang masih mengeluarkan asap dan tim melakukan pemadaman dengan alat seadanya.
Danau biru terletak di Kelurahan Sarolangun Kembang Kecamatan Sarolangun dan sebagian danau termasuk dalam kawasan HPT. Sungai Napal Pemusiran. Danau tersebut merupakan danau yang terbuat dari bekas galian tambang dan berwarna biru sampai kehijauan. Akan tetapi memerlukan penelitian lebih lanjut tentang kualitas air, sehingga potensi wisata dapat dikembangkan dengan tepat. Sampai saat ini danau biru tersebut belum dapat dikelola, karena keterbatasan sarpras.
Gelang dan kalung biji sebalik sumpah produk asli dari SAD Pematang Kabau Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun produk batu tunggal. Masyarakat SAD mempercayai bahwa biji sebalik sumpah dapat menangkal sumpah serapah. Biji sebalik sumpah merupakan kearifan lokal masyarakat SAD, masyarakat yang harus diakui keberadaannya, mereka juga bisa berkarya. Kearifan lokal yang perlu juga diapresiasi, kami UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun akan membantu pemasaran produk biji sebalik sumpah dengan harga yang layak.
Patroli rutin pengendalian kebakaran hutan dan lahan dan pengecekan sarpras karhutla di IUPHHK-HTI di Wilayah Kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun.
Sosialisasi pengendalian kebakaran lahan dan hutan oleh BPHP Wilayah IV Jambi, PPI, dan UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun di desa-desa yang berada di Wilayah Kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun.
Sosialisasi Fasilitasi Perhutanan Sosial di Wilayah Kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun yang dilaksanakan di Desa Lubuk Kepayang Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun pada tanggal 10 November 2017.
Kegiatan sosialisasi fasilitasi perhutanan sosial di wilayah kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun yang dilaksanakan di Desa Karang Mendapo Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun pada tanggal 11 November 2017.
8 November 2017, Patroli bersama Pamhut dan Polhut UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun serta Tim dari Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) Resort Air Hitam II dengan kegiatan penyusuran batas kawasan wilayah UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun dengan TNBD.
Kunjungan dari WWF (Pak Syamsuardi dan Mrs. Alexandra) di wilayah kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun dalam rangka pembelajaran lapangan budidaya tanaman jernang (Daemonorop sp) dengan H. Lukman Hakim selaku pembudidaya jernang di Desa Lamban Sigatal Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun dan didampingi oleh Bakti Rimbawan dan Pamhut UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun.
Oktober 2017, kegiatan ground check PIAPS di wilayah kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun. Tim terdiri dari tenaga kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun, Pokja PPS Jambi, Perangkat Desa dan Masyarakat Desa Setempat.
Pelatihan penggunaan mobil slip on bagi Tenaga Kontrak Brigdalkarhut UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun dan UPTD KPHP Limau Unit VII Hulu Sarolangun dipandu oleh Manggala Agni dan Kasi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun.
Senin, 2 April 2018 pada sekitar pukul 17.00 WIB, telah melakukan pengamanan 1 Unit Mobil PS dengan muatan kayu log tanpa dokumen resmi, 3 orang diduga pelaku illegal logging. Diduga kayu log tersebut berasal dari HP. Serengam Ilir, kemudian tersangka dan barang bukti diserahkan ke PPNS Dishut Jambi pada 22.30 WIB (hari dan tanggal sama). Kegiatan pengamanan hutan (penangkapan kayu tanpa dokumen) ini diawali dengan kegiatan Pulbaket selama 1 minggu (26 Maret 2018 sampai dengan 1 April 2018) oleh Seksi Perlindungan Hutan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat, Anggota Polhut, Brigdalkarhut KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun. Kegiatan pengamanan Hutan pada tanggal 2 April 2018 beranggotakan 8 orang yang dipimpin langsung oleh Kasi Perlindungan Hutan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat dengan anggota 3 orang Polhut, 2 orang staf seksi dan 2 orang Brigdalkarhut.
Produk HHBK UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun Gelang/Kalung sebalik sumpah, kearifan lokal masyarakat SAD di Provinsi Jambi yang telah dikemas oleh UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun
Menindaklanjuti email dari Sistem Peringatan Dini Karhutla KLHK melalui Simpasdok bahwa berdasarkan laporan satelit Aqua, Senin 30 April 2018 dg akurasi 76% telah terindikasi 1 titik panas di wilayah KPHP VIII Sarolangun pada koordinat 103.08245086 BT ; -2.21915841103 LS. Lokasi berada di IUPHHK-HTI PT. SAMHUTANI, administratif Desa Pemusiran Kec. Mandiangin. Bahwa tim telah menemukan lahan bekas kebakaran dg perkiraan luas ± 3 ha. Status lahan merupakan konsesi IUPHHK-HTI PT. Samhutani yg di rambah oleh masyarakat atas nama PANGABEAN, dengan alamat Camp PT. ALN Desa Sepintun Kec. Pauh. Pada lokasi tersebut ditemukan kayu pecahan, bangunan pondok yg belum jadi dan seorang saksi an. MARUBA SIBURIAN yang melakukan pengolahan kayu dg mengunakan alat chainsaw. Dimana yang bersangkutan merupakan buruh yang diupah oleh sdr. Pangabean untuk mengolah kayu sebagai bahan pondok.
Dasar Kegiatan Menindaklanjuti informasi Sistem Peringatan Dini Karhutla melalui aplikasi Lapan yaitu satelit Aqua dan Sumber FIRMS Nasa Modis data C6 yang dikirim melalui Sistem Peringatan Dini Kebakaran Hutan Berbasih KPH, Senin 07 Mei 2018 dg akurasi 67% telah terindikasi 1 titik panas di wilayah KPHP VIII Sarolangun pada koordinat : 1) 103.072509766 BT 2) -2.18729639053 LS 3) Berdasarkan hasil overlay dengan peta lokasi tersebut berada di IUPHHK-HTI PT. SAMHUTANI, administratif Desa Pemusiran Kec. Mandiangin. Pelaksanaan Bahwa pada hari Selasa, 8 Mei 2018 telah dilaksanakan kegiatan GC HS dengan Tim GC HS merupakan anggota Satgas Karhutla Kab. Sarolangun yg terdiri dari : 1) TNI/Koramil Pauh = 4 org 2) BPBD = 3 org 3) Polsek Mandaiangin = 1 org 4) Manggala Agni = 4 org 5) KPHP Unit VIII Hilir = 2 org Jumlah = 14 org Sarpras yg di gunakan : 1) Kendaraan Roda 2 = 10 unit 2) GPS = 2 buah Hasil 1) Bahwa tim tidak menemukan lahan yang terbakar pada koordinat yang di keluarkan oleh satelit AQUA. 2) Tim GC HS dalam pelaksanaan dilapangan jg menemukan 1 (satu) lokasi lain kebakaran yaitu pada koordinat 103.077307 BT ; -2.184662 LS, perkiraan luas ± 3 ha, dimana lokasi masih berada di IUPHHK-HTI PT. Samhutani. Namun tidak ditemukan pelaku pembakaran atau perambahan.
Madu hutan yang dikumpulkan dan dipanen secara tradisional dan berkelanjutan, yang diproses dengan menjaga kebersihan, higienis dan mengutamakan kemurnian madu. Sehingga bermanfaat untuk menjaga metabolisme tubuh kita. Madu ini dipanen dan dikumpulkan oleh kelompok tani madu yang ada di Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun dan di kemas oleh UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun.
Hasil Ground Check Titik Api pada tanggal 15 Mei 2018 berdasarkan sistem deteksi dini kebakaran hutan berbasis KPH pada tanggal 14 Mei 2018. 1. Pelaksanaan ground check titik api : a) Tim melakukan ground check sesuai laporan deteksi dini, tim sampai ke lokasi pada titik nol, dan tidak menemukan kejadian karhutla pada titik tersebut (hanya semak dan tunggul). b) Jarak ± 275 m dari titik api tersebut ditemukan lahan milik masyarakat yang hanya sisa bara api dan asap (kondisi kondusif) c) Tim melakukan pemadaman pada sisa-sisa bara api tersebut dengan peralatan manual (jethooter) hingga selesai. d) Tindakan yang dilaksanakan oleh Tim adalah melakukan kunjungan anjangsana ke pondok-pondok yang diperkirakan pemilik lahan tersebut, namun pondok dalam keadaan kosong. e) Lokasi berada pada Km 56 areal izin konsensi IUPHHK-HTI PT. Samhutani. 2. Temuan dilapangan a) Temuan (1) lahan terbakar dari titik api (± 275m) dengan Koordinat : 103.10793° BT ; 02.20139° LS - Luas lahan : ± 2 ha. - Luas terbakar : ± 0,5 ha. - Pemilik lahan : tidak diketahui (diduga pelaku masyarakat pendatang dr luar Kab. Sarolangun) - Vegetasi : semak dan resam - Jenis tanah : mineral - Topografi : Datar - Sumber air : Ada - Status Lahan : Hutan Produksi - Izin Konsesi : IUPHHK HTI PT. Samhutani - Faktor penyebab : ada indikasi sengaja dibakar untuk membuka lahan perkebunan masyarakat. b) Temuan (2) lahan terbakar dengan koordinat : 103.10146° BT ; 02.21129° LS - Luas lahan : ± 1,5 ha - Pemilik lahan : tidak diketahui (diduga masyarakat dari luar Kab. Sarolangun) - Vegetasi : semak dan belukar - Jenis tanah : Mineral - Topografi : Berbukit - Sumber air : ada (anak sungai) - Status lahan : Hutan Produksi - Izin Kinsesi : IUPHHK HTI PT. Samhutani - Faktor Penyebab : Diduga lahan dibakar untuk pembukaan lahan perkebunan masyarakat. 3. Upaya / tindakan yang dilakukan UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun : a) Memadamkan sisa-sisa tunggul dan potongan kayu yang mengeluarkan sumber api, b) Mengambil titik kordinat c) Mengambil dokumentasi. d) Mendata lahan yang siap bakar (rawan kebakaran) e) Melakukan kunjungan ke PT. Samhutani bertemu Sdr. Nasrun (koordinator Humas) dan Sdr. Rizal (staf), membahas upaya meningkatkan kerjasama dengan Satgas Karhutla Kab. Sarolangun, jika terdapat Titik Hotspot dan kejadian Karhutla di sekitar unit manajemen IUPHHK HTI PT. Samhutani untuk cepat direspon dan menindaklanjutinya.
Laporan Hasil Kegiatan Ground Check Hotspot pada 7 Juni 2018 Dasar Kegiatan Menindaklanjuti informasi Sistem Peringatan Dini Karhutla melalui Sistem Peringatan Dini Kebakaran Hutan Berbasih KPH dengan sumber data FIRMS Nasa VIIRS 375 m satelit SOUMI-NPP tingkat kepercayaan 50%, pada hari Rabu 06 Juni 2018 telah terindikasi 1 titik panas di wilayah KPHP VIII Sarolangun pada koordinat : 103.06644 BT -2.2037 LS Berdasarkan hasil overlay dengan peta lokasi tersebut berada di IUPHHK-HTI PT. SAMHUTANI, administratif Desa Pemusiran Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun. Pelaksanaan Bahwa pada hari Kamis, 7 Juni 2018 telah dilaksanakan kegiatan ground check titik api yang dilakukan oleh 2 orang Brigdalkarhut UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun. Sarpras yg di gunakan : Kendaraan Roda 2 = 1 unit GPS = 1 buah Hasil Bahwa tim menemukan lahan yang terbakar pada koordinat tersebut dengan luas perkiraan ± 10 ha, dimana lokasi masih berada di IUPHHK-HTI PT. Samhutani. Namun tidak ditemukan pelaku pembakaran atau perambahan. Upaya yang akan dilakukan UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun Memberi surat teguran kepada IUPHHK-HTI PT. Samhutani dan melakukan koordinasi lebih lanjut untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan selanjutnya.
Pemantauan pohon sialang di wilayah kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun.
potensi madu sialang di wilayah kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun yang berada di Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun.
Monitoring dan evaluasi IUIPPKH yang ada di wilayah kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun.
Diskusi bersama Masyarakat SAD yang berada di wilayah kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun tentang pengembangan produk HHBK berupa aksesoris gelang dan kalung dari biji sebalik sumpah yang merupakan kearifan lokal masyarakat SAD.
Staf UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun
Mobil slip on
Hasil ground check titik api pada tanggal 16 Juli 2018. a) Tim ini melaksanakan GC pada wilayah Desa Pemusiran ke arah Desa Guruh Baru dlm Areal PT. Samhutani. Pada koordinat GC : ? 103.076700 BT; -2.127700 LS ? 103.066100 BT; -2.129300 LS b) Bahwa Tim tidak menemukan lahan yang terbakar pada koordinat 103.076700 BT; -2.127700 LS atau yang diinformasikan sistem peringatan dini kebakaran hutan berbasis KPH dengan satelit Aqua. c) Bahwa pada titik koordinat 103.066100 BT; -2.129300 LS tim menemukan lahan bekas terbakar seluas ± 2 Ha. Namun tidak ditemukan pelaku pembakaran maupun pelaku perambahan hutan.
a) Tim 2 melaksanakan kegiatan GC dari Desa Pemusiran ke arah Desa Sako Besar (camp Divisi Jabon), pada koordinat : ? 103.071000 BT; -2.191500 LS ? 103.060300 BT; -2.193100 LS b) Bahwa tim menemukan lahan yang bekas terbakar pada koordinat 103.071000 BT; -2.191500 LS , sesuai deteksi dini oleh satelit AQUA. Pada lokasi pertama ini tim menemukan lahan bekas terbakar seluas ± 2 Ha, namun tidak menemukan pelaku pembakaran maupun perambahan kawasan hutan. c) Pada koordinat 103.060300 BT; -2.193100 LS tim menemukan lahan bekas terbakar ± 5 Ha, namun dilokasi ini juga tidak ditemukan pelaku pembakaran mauoun perambahan kawasan hutan.
a) Tim 3 melaksanakan GC diluar deteksi dini Satelit Aqua, namun melakukan GC pada lokasi yg diduga dibakar oleh masyarakat pada hari Minggu, 15 Juli 2018 jam 18.30 wib. Bahwa lokasi tersebut berada dalam areal IUPHHK-HTI PT. Samhutani yg berada di kelurahan Gunung Kembang Kec. Sarolangun. Dengan koordinat lokasi 102°48'54,6"" BT; 02°20'04,6"" LS. b) Bahwa dari keterangan pihak PT. Samhutani perkiraan terbakar pada pukul 18.30 WIB, tanggal 15 Juli 2018. Dan api dapat dipadamkan oleh tim karhutla PT. Samhutani dengan menggunakan gepyok dan peralatan lain. c) Kondisi lahan sudah terbakar, seluas ± 4 Ha, dimana lahan tersebut adalah bekas stacking PT. samhutani yang di tumbuhi rumput ilalang yang sudah kering. d) Lahan tersebut diduga dikuasai oleh Kades Lubuk Sayak Kec. Palawan a/n Zaman.
Minggu 6 Agustus 2018, telah dilaksanakan groundcheck hotspot berdasarkan informasi dari sistem peringatan dini kebakaran hutan berbasis KPH dengan satelit Soumi-NPP tingkat kepercayaan 50% pada tanggal 6 Agustus 2018. Berdasarkan hasil groundchek pada titik koordinat S -2.44213 dan E 102.83168, lokasi tersebut berada di Desa Mekar Sari Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun. Lokasi tersebut berstatus kawasan HP dengan topografi datar, jenis tanah mineral dan vegetasi semak/pohon tumbang dan tumput kering, dengan luas lahan yang terbakar -+ 0,5 Ha.
9 Agustus 2018, groundcheck hotspot berdasarkan laporan dari masyarakat pada tanggal 8 Agustus 2018 pukul 20.15 WIB. Lokasi berada pada titik koordinat E102.9935 dan S -2.1853 di Kecamatan Mandiangin. Luas lahan sekitar 2 Ha, tim memadamkan sisa-sisa api dan selanjutnya tim melakukan sosialisasi pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan kepada masyarakat sekitar lokasi.
Laporan hasil GC HS berdasarkan pantauan hotspot sebagai berikut : 1. HS satelit Soumi-NPP, tanggal 16 Agustus 2018; kepercayaan 50%, titik sebar sekitar (1); titik koordinat 103,0653 (BT); -2,21752 (LS) 2. HS satelit Aqua, tanggal 16 Agustus 2018; kepercayaan 35%; titik sebar sekitar (2); titik koordinat: 103.073547 (BT) ; -2.225451(LS) 3. HS Satelit Suomi-NPP, tanggal 17 Agustus 2018; kepercayaan 50%; titik sebaran sekitar (4); titik koordinat : 103,07722 (BT) ; -2,25121 (LS) Ke-3 lokasi tersebut berada pada Areal kerja IUPHHK-HTI PT. Samhutani, menurut informasi deteksi HS secara administrasi berada di Desa Guruh Baru Kec. Mandiangin - Kab. Sarolangun. Bersama ini dapat kami sampaikan hasil GC HS sebagai berikut : 1. Rencana Giat Bahwa koordinasi teknis dan rencana GC HS telah dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Agustus 2018, baik secara internal KPHP Unit VIII Hilir maupun Satgas Karhutla Kabupaten Sarolangun 2. Pelaksanaan A. Tim GC HS terdiri dari : 1. KPHP Unit VIII Hilir : 3 orang 2. BPBD : 7 orang 3. Manggala Agni : 2 orang 4. Polri : 1 orang 5. TNI : 1 orang J U M L A H : 14 orang B. Sapras yg digunakan : - kendaraan roda 2 : 9 unit - GPS : 4 unit - Jet Shootter : 2 unit 3. Hasil a. Tim GC HS dibagi menjadi 2 (dua), Tim 1 bergerak mulai bergerak dari Posko Satgas Karhutla Kab. Sarolangun, dan Tim 2 mulai bergerak dari Posko Karhutla Kec. Pauh menuju lokasi ke arah Dusun Dam Siambang - Desa Pemusiram, Kec Mandiangin. b. Bahwa lokasi ke-3 HS tersebut diatas, secara fisik dilapangan berada di areal Lokasi IUPHHK-HTI PT. Samhutani pada Dusun Dam Siambang Desa pemusiran Kec. Mandiangin (Bukan di DESA GURUH BARU) c. Bahwa hasil GC HS titik koordinat 1 & 2, dimana Tim 2 menemukan lahan terbakar yg berjarak (+-) 500 meter dari titik HS informasi deteksi terpantau satelit Suomi-NPP maupun Aqua. Dimana ttk koordinat dilapangan adalah sbb : 103.074018 (BT); -2.220910 (LS), dengan lahan bekas terbakar sebanyak 2 titik dengan jarak lokasi 1 & ke 2 (-+) 50 meter, perkiraan luas lahan yang terbakar (+-)5 hektar. Bahwa lahan bekas terbakar diperkirakan dibakar dengan sengaja oleh perambah, yang akan dibuat kebun, karena terdapat bekas tumbangan pohon. Namun tim tidak menemukan pelaku pembakaran. 4. Selanjutnya Tim 1 & Tim 2 melanjutkan giat GC HS pada titik koordinat ke-3 sebagaimana informasi deteksi satelit Soumi-NPP. Bahwa Tim menemukan areal yang masih terbakar dengan titik sebaran lebih dari 2 lokasi yang terbakar. Dimana titik koordinatnya berjarak (-+) 300 meter dari informasi deteksi HS, dengan titik koordinat dilapangan : 103,075417 (BT); -2,249167 (LS) Perkiraan luas lahan yg terbakar (-+) 10 hektar, diduga lokasi dibakar oleh perambah, yang kemungkinan besar akan dibuat kebun, karena dilapangan ditemukan pohon-pohon yang sudah ditumbang dan bekas potongan kayu. Namun tim juga tidak menemukan pelaku pembakaran. Pada lokasi ini api masih menyala dan membakar lahan, namun dengan keterbatasan alat yg dibawa oleh tim satgas karhutla, dengan kondisi api masih begitu besar, maka Tim Satgas Karhutla Kab. Sarolangun meminta bantuan kepada BPBD Provinsi Jambi utk membantu pemadaman api melalui udara. 5. Upaya Tindak Lanjut a. Diharapkan bahwa IUPHHHK-HTI PT.samhutani dapat menjaga dan mengamankan areal izinnya dari perambahan hutan maupun kejadian karhutla, mengingat sangat rawan dan seringnya kejadian karhutla di areal PT.Samhutani b. Sebaiknya ada surat peringatan yang diberikan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jambi kepada IUPHHK-HTI PT. Samhutani, mengingat sangat seringnya kasus karhutla pada areal kerjanya. c. PT. Samhutani harus serius dalam pembuatan posko, opersionalisasi dan mobilisasi anggota Brigdalkarhutnya perusahaan serta lebih mengutamakan pencegahan serta pengendalian karhutla pada areal kerjanya.
laporan hasil GC HS berdasarkan informasi aplikasi Lapan satelit Terra, tgl 18 Agustus 2018; titik koordinat 102,7554 (BT); -2,0797 (LS) Lokasi tersebut berada pada Areal Penggunaan Lain (APL), menurut informasi deteksi HS secara administrasi berada di Desa Lubuk Kepayang Kec. Air Hitam - Kab. Sarolangun. Bersama ini dapat kami sampaikan hasil GC HS sebagai berikt : 1. Rencana Giat Bahwa koordinasi teknis dan rencana GC HS telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Agustus 2018, baik secara internal KPHP Unit VIII Hilir maupun Satgas Karhutla Kabupaten Sarolangun 2. Pelaksanaan A. Tim GC HS terdiri dari : 1. KPHP Unit VIII Hilir : 2 org 2. BPBD : 5 org 3. Manggala Agni : 2 org 4. Polsek air hitam : 2 org 5. Koramil Pauh : 3 org 6. MPA : 1 org 7. Masy Siaga Api : 3 org J U M L A H : 18 org B. Sapras yg digunakan : - kendaraan roda 2 : 6 unit - GPS : 3 unit - Jet Shootter : 5 unit 3. Hasil a. Bahwa lokasi HS tersebut diatas, secara fisik dilapangan berada di APL dengan desa terdekat yaitu Desa Kec. Air Hitam (Bukan di Desa Lubuk Kepayang) b. Bahwa hasil GC HS titik koordinat tersebut, Tim menemukan lahan terbakar seluas (±) 1 ha. c. Bahwa lahan yang terbakar tersebut merupakan lahan bekas sawah yang kering, yang ditumbuhi alang-alang dan rumput. Menurut informasi masyarakat sekitar, lahan tersebut diperkirakan dibakar oleh warga secara sengaja, namun tim tidak menemukan pelaku pembakaran. 4. Upaya Tindak Lanjut a. Tim Satgas Karhutla Kab. Sarolangun melakukan pemadaman awal dengan menggunakan jetshotter dan alat seadanya. b. Setelah pelaksanaan pemadaman awal, selanjutnya Kapolsek Air Hitam melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar.
Kamis, 23 Agustus 2018 1.Sumber Hotspot Satelit: NOAA Titik koordinat : S -2.23000 E 102.62000 - Tanggal 22 Agustus 2018 - Confidence: 100% - Desa Pulau Melako, Kec. Bathin VIII, Kab. Sarolangun 2. Koordinasi - Koordinasi ke BPBD dan Satgas Karhutla 3. Hasil #Tim tidak berhasil ke titik nol hotspot terkendala tidak ada akses jalan Jarak terdekat 1: 2.15 KM Titik koordinat: S. -2.23231 E. 102.63905 Jarak terdekat 2 : 2.20 KM Titik koordinat: S. -2.21000 E. 102.62000 #Temuan 1 - Lahan Bekas Bakar - Titik koordinat : S.02.25000 E.102.65550 - Status lahan : APL - Pemilik Lahan : - Luas : ± 2 Ha - Sumber air : Tidak Ada - Kondisi Bahan Bakar : kering - Jenis Tanah : Mineral - Vegetasi : Sampah Bakaran - Topografi : Datar - Kosentras Pddk : Jarang - Potensi Kebakaran :Tinggi - Kejadian Karhutla :- #Temuan 2 - Lahan Bekas Bakar - Titik koordinat : S.02.2358 E.102.6519 - Status lahan : APL - Pemilik Lahan : Das Alamat Sei. Baung - Luas : ± 1.5 Ha - Sumber air : Tidak Ada - Kondisi Bahan Bakar : kering - Jenis Tanah : Mineral - Vegetasi : Sampah Bakaran - Topografi : Datar - Kosentras Pddk : Jarang - Potensi Kebakaran :Tinggi - Kejadian Karhutla :-
Laporan hasil Pelaksanaan Giat GC Hot Spot Tgl 26 September 2018, berdasarkan Informasi Titik Panas dari Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, sesuai pantauan satelit NOAA dengan tingkat kepercayaan 100%, yang berada pada titik koordinat S : -2°10'12,0""; E : 103°0'54,0"". Lokasi berada di Desa Rengkiling Simpang Kec. Mandiangin Kabupaten Sarolangun, tepatnya berada di areal IUPHHK-HTI PT. Samhutani, dapat disampaikan beberapa hal sebagai berikut : 1. Personil yang terlibat, adalah: TNI : 1 orang Polsek Mandiangin : 2 orang UPTD KPHP VIII Hilir Sarolangun : 5 orang BPBD Sarolangun : 2 orang Manggala Agni : 2 orang PT. Samhutani : 5 orang 2. Sarpras yang digunakan Kendaraan Roda : 2 unit Kendaraan Roda 2 : 4 unit GPS : 3 unit Jetsotter : 2 unit 3. Hasil GC Hot Spot a. Lokasi Titik Hot Spot berada di Km 59 areal Blok 1 HTI PT. Samhutani Desa Rangkiling Simpang Kec. Mandiangin. b. Lokasi berada dikordinat S.-2 10 12.0 E.103 0 54.0 sesuai dengan titik kordinat pantauan satelit NOAA. c. Bahwa tim menemukan lahan bekas terbakar, namum masih ada sisa api dan asap seluas +- 2 Ha, pada saat Tim dilokasi sumber api dimana sebagian sudah dipadamkan tunggul kayu masih hidup, Tim melakukan pemadaman pada sumber api. d. Tim tidak menjumpai pemilik lahan yang terbakar, selanjutnya Tim melakukan sosialisasi pada masyarakat di sekitar lokasi . 3. Tim menghimbau kepada pihak HTI. PT. Samhutani agar lebih maksimal dalam.menjaga arealnya dari karhutla dengan melakukan giat patroli dan sosialisasi yang terjadwal pada areal2 yg rawan karhutla.
Sosialisasi PLTB di wilayah kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun
Sosialisasi PLTB di wilayah kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun
Pameran HHBK di kegiatan Global Tiger Day 2018
LAPORAN GIAT GC /PEMADAMAN TIM DAMKARHUT PT. SAMHUTANI Kepada Kepala UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun Hari Minggu, tanggal 30 September 2018 A. Informasi : Informasi dari UPTD KPHP UNIT VIII Hilir Sarolangun tanggal 30 September 2018 B. Lokasi sesuai info Hotspot (HS) - Tanggal 29 September 2018 - Jam 12.54 WIB - Desa Lamban Sigatal, Kec. Pauh Kab.Sarolangun - Titik koordinat: 1. S. -2.21141 E. 103.05708 2. S. -2.21198 E. 103.05341 3. S. -2.21084 E. 103.06075. - Status lahan : HP (Izin konsesi PT Samhutani) - Sumber informasi sistem deteksi dini kebakaran hutan berbasis KPH C. PERSONIL : - PT. Samhutani : 7 org - TNI : 0 org - Polri : 0 org - KPHP : 0 org - Manggala Agni : 0 org D. SARANA PRASARANA - Kendaraan R4 : 1 unit - Kendaraan R2 : 0 unit - GPS : 1 unit - Gepyok : 2 unit - Parang : 2 unit - pompa punggung : 0 unit Dll... E. HASIL GROUNCEK LAPANGAN - Lokasi : Setelah kami GC ke lapangan, ternyata semua titik api berada di desa Pemusiran Kecamatan Mandiangin (bukan di desa Lamban Sigatal kecamatan Pauh) Kab. Sarolangun dan api telah padam total, dijumpai bekas kebakaran kurang lebih 1,5 hektar. Namun demikian kami menemukan titik api di koordinat -2.22503; 103.10914 lokasi berada di areal PT. Samhutani yang telah di rambah oleh masyarakat untuk dijadikan kebun sawit. Titik api berada dalam wilayah Desa Guruh Baru kecamatan Mandiangin lebih kurang 1,5 hektar, api telah berhasil kami padamkan. - pelaku (Tidak ditemukan) -Jenis bahan bakar: Semak/pohon tumbang dan rumput kering. -Topografi : Datar -Jenis tanah : mineral F. TINDAKAN YANG DILAKUKAN - Memadamkan areal yang terbakar. G. KENDALA - masyarakat yang membakar tidak ditemukan Demikian laporan ini disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Cc. - Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. - KAPOLRES SAROLANGUN - KAPOLSEK MANDIANGIN - Direksi PT Samhutani. Ttd Rousment (Ketua Tim Dalkarhut PT. Samhutani)
Laporan tindak lanjut hasil Groundcheck Hotspot sesuai dengan Hot Spot 26 september 2018 dengan titik koordinat: Long: 103.145805 Lat. : -2.057050 Bersama ini dapat kami sampaikan sebagai berikut : 1. Bahwa koordinasi teknis dan rencana GC HS telah kami laksanakan pada hari kamis, 27 september 2018. 2. Pelaksanaan A. Tim GC HS merupakan anggota Satgas Karhutla dari PT Wanakasita Nusantara dan UPTD KPHP UNIT VIII Hilir Sarolangun: a. KPHP unit VIII Hilir :2 orang b. PT wanakasita :2 orang B. Sapras yg digunakan : - kendaraan roda 2 : 2 unit -GPS. : 1 unit 3. Hasil a. Tim GC HS mulai bergerak dari kantor distrik PT.Wanakasita Nusantara b. Bahwa lokasi HS dimaksud berada di Areal Lokasi IUPHHK-HTI PT. Wanakasita Nusantara c. Pada koordinat yang tersebut dalam deteksi HS sebagaimana diatas, bahwa Tim tidak menemukan adanya lahan yang terbakar,di duga titik hotspot yang timbul karena adanya uap dari sebuah sungai kecil (rawa). 4. Upaya Tindak lanjut a. Diharapkan bahwa IUPHHHK-HTI PT. Wanakasita Nusantara dapat menjaga dan mengamankan lokasinya dari perambahan hutan maupun karhutla.
Minum madu bersama Menteri KLHK (Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc.) pada acara pameran usaha kehutanan (PUSAKA) di Hutan Pinus Mangunan, Yogyakarta.
4 Oktober 2018, Koordinasi dengan IPPKH yang ada di Wilayah Kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun. Membahas permasalahan yang sedang terjadi di wilayah kerja IPPKH, sinkronisasi data dan meningkatkan partisipasi IPPKH untuk turut menjaga wilayah kerjanya dari perusakan kawasan hutan.
4 Oktober 2018, kunjungan Komisi II DPRD Provinsi Jambi ke UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun untuk membahas perkembangan resolusi konflik tenurial antara PT. Samhutani dengan Masyarakat Desa Ladang Panjang, Sarolangun Kembang dan Gunung Kembang Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun.
LAPORAN GIAT GC /PEMADAMAN TIM DAMKARHUT PT. SAMHUTANI Kepada Kepala UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun Hari Rabu, tanggal 3 Oktober 2018 A. Informasi : Informasi dari UPTD KPHP UNIT VIII Hilir Sarolangun tanggal 2 Oktober 2018 B. Lokasi sesuai info HS -Tanggal 2 Oktober 2018 -Jam 11.59 WIB - Kecamatan Mandiangin, Kab.Sarolangun - titik koordinat : 1. S. -2.19645 E. 103.104 2. S. -2.19909 E. 103.10503 3. S. -2.19885 E. 103.10646 -Status lahan : HP (Izin konsesi PT Samhutani) C. PERSONIL : - PT. Samhutani : 7 org - TNI : 0 org - Polri : 0 org - KPHP : 0 org - Manggala Agni : 0 org D. SARANA PRASARANA - Kendaraan R4 : 1 unit - Kendaraan R2 : 2 unit - GPS : 1 unit - Gepyok : 2 unit - Parang : 2 unit - pompa punggung : 0 unit Dll... E. HASIL GROUNCEK LAPANGAN - Lokasi : Setelah kami GC ke lapangan, ternyata titik api semua masuk izin PT Samhutani HP berada di Desa Guruh Baru kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun perbatasan izin PT Samhutani, dijumpai bekas kebakaran kurang lebih 2 hektar, lokasi kebakaran pada areal PT. Samhutani yang telah dirambah oleh masyarakat untuk dijadikan kebun sawit, pada saat GC api telah padam. - pelaku (tidak ditemukan) -Jenis bahan bakar: Semak/pohon tumbang dan rumput kering. -Topografi : Datar -Jenis tanah : mineral F. TINDAKAN YANG DILAKUKAN - Memadamkan areal yang terbakar. G. KENDALA - pelaku yang membakar tidak ditemukan Demikian laporan ini disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Cc. - Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. - KAPOLRES SAROLANGUN - KAPOLSEK MANDIANGIN - Direksi PT Samhutani. Ttd Rousment (Ketua Tim Dalkarhut PT. Samhutani)
Laporan giat Dalkarhutla PT WN AAS. Groundcek titik Hotspot . Informasi dari UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun. Lokasi : Sepintun Areal Konsesi PT AAS. Petak AAS I 602 Titik koordinat E 103.10821 S -2.19861 E 103.10966 S -2.19838 Status lahan : Areal Konsesi PT AAS. Personil : - PT AAS = 2 org - TNI. = 0 org - Polri. = 0 org - KPHP. = 1 org - BPBD. = 0 org - Manggala Agni. = 0 org. Sarana Prasarana - Kend R4 = 0 unit - Kend R2 = 2 unit Hasil GC Titik Hotspot tersebut sudah ditemukan dan posisi masih berada di satu hamparan yang sama dengan Groundcek kemarin bersama Tim Terpadu Sarolangun tanggal 02 Oktober 2018. Penelusuran lebih jauh ditemukan pondok atap seng dan pondok pekerja ladang. Ada bekas bakaran baru di dekat pondok tersebut kira kira 0,5 Ha. Tindakan yang dilakukan : Memastikan dan dokumentasi. Kendala Akses jalan rusak dan menyulitkan sampai ke lokasi. Tidak ditemukan pelaku atau orang di lokasi tersebut. Demikian informasi.
Laporan Giat Dalkarhutla. GROUNDCEK Hotspot Tanggal 2 Oktober 2018. Hari Rabu, tanggal 2 Oktober 2018. INFORMASI : UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun. Personil. PT AAS = 3 orang TNI = 2 orang Polri. = 3 orang KPHP. = 1 orang BPBD. = 2 orang Manggala agni = 4 orang Hasil ground chek. Titik HS sudah ditemukan. Lokasi sepintun. Luas terbakar PT. AAS 4,94 Ha dan PT. SAMHUTANI 25 Ha. Hamparan yang terbakar satu hamparan PT. AAS dan PT. SAMHUTANI. Kondisi api sudah padam. Tindakan. Pasang police line, spanduk peringatan, dan dokumentasi. Kendala akses dan sumber air.
2 Oktober 2018, Rapat koordinasi siaga karhutla oleh anggota Satgas Karhutla Kabupaten Sarolangun di Kantor BPBD Kabupaten Sarolangun.
Potensi buah mentega yang ada di wilayah kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun.
Kegiatan pameran acara Sarolangun Expo pada tanggal 10-15 Oktober 2018 dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Sarolangun yang ke-19. UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun bekerja sama dengan Dinas Koperindag Sarolangun memamerkan HHBK berupa madu hutan asli Kabupaten Sarolangun dan kerajinan berupa gelang dan kalung sebalik sumpah yang merupakan produk unggulan UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun.
Panen perdana madu ternak di KTH Kaliandra yang berada di Desa Guruh Baru Kecamatan Mandiangin, yang merupakan salah satu KTH binaan UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun. Untuk saat ini di KTH Kaliandra memiliki 10 stup dan rencananya akan ditambah 15 stup lagi. Pendaan kegiatan tersebut bersumber dari swadaya anggota KTH Kaliandra, potensi panen 2 kg/stup dengan harga pasaran mencapai Rp.120.000,- dan jangka waktu panen 10 hari sekali.
22 November 2018, penyerahan SK IUPHHK-HTR KSU Mekar Jaya Desa Mekar Sari Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun. Menuju masyarakat sejahtera melalui perhutanan sosial dan hutan lestari.
KTH Hijau Lestari yang di ketuai oleh Pak Guntur dan beranggotakan 18 orang. KTH ini telah terbentuk sejak tahun 2016 dan diperkuat dengan surat keputusan Kepala Desa Guruh Baru No SK 05 Tahu 2016. Kegiatan pada kelompok ini adalah pembibitan bulian yang berada pada titik koordinat S 02.03744 dan E 103.08820. Kelompok ini telah berhasil mengidentifikasi 72 pohon bulian yang dijadikan tanaman induk untuk pembibitannya. Pohon induk tersebut tersebar di kawasan hutan HP Sungai Air Mato yang merupakan wilayah kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun.
Kelompok Teknoservasi merupakan kelompok yang bergerak dibidang kerajinan tempurung kelapa dan terdapat 5 orang anggota. Selanjutnya Tim berkunjung ke tempat salah satu pengrajin tempurung kelapa. Selain tempurung kelapa, kerajinan yang dihasilkan juga terbuat dari cangkang biji bulian. Kelompok ini baru terbentuk kurang lebih 3 bulan yang lalu dan sampai saat ini sudah menghasilkan produk teko, mangkok, asbak dan gantungan kunci. Untuk teko dipasarkan dengan harga Rp. 75.000/set, mangkok Rp. 20.000/pcs, asbak Rp. 20.000/pcs dan gantungan kunci sesuai dengan permintaan dengan kisaran harga Rp. 2.000 – Rp. 5.000/pcs. Selain produk tersebut, juga sedang dikembangkan produk yang lain berupa ikat pinggang dan kaca mata.
Kegiatan study banding pengelolaan HHBK di UPTD KPHP Kerinci Unit I pada tanggal 3-5 Desember 2018. HHBK yang telah di kembangkan di UPTD KPHP Kerinci adalah kopi, madu hutan, madu budidaya dan kayu manis.
Potensi serai wangi yang ada di wilayah kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun yang dikembangkan oleh masyarakat di Desa Bukit Peranginan Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun. Saat ini, terdapat 3 Ha kebun serai wangi dan target penanaman untuk tahun 2019 seluas 10 Ha. Salah satu kendala yang dihadapi masyarakat adalah alat suling, karena alatnya dibuat sendiri oleh masyarakat sendiri dan masih trial eror.
Budidaya lebah madu (Apis mellifera) yang di kembangkan oleh KTH Budidaya Lebah Mandiri di Desa Guruh Baru Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun.
Resolusi konflik tenurial antara masyarakat dengan IUPHHK-HTI yang berada pada wilayah kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun, dengan hasil sebagai berikut: 1. Kesepakatan bersama tentang penghentian konflik antara Dusun Sialang Batuah, Desa Guruh Baru Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun dengan IUPHHK-HTI PT. Agronusa Alam Sejahtera. 2. Kesepakatan bersama tentang penghentian konflik dengan masyarakat 12 desa di Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun (LSM SP3LH) dengan IUPHHK-HTI PT. Agronusa Alam Sejahtera. 3. Mediasi penyelesaian konflik kawasan antara masyarakat Desa Ladang Panjang, Kelurahan Gunung Kembang dan Kelurahan Sarolangun Kembang Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun dengan IUPHHK-HTI PT. Samhutani. Pembahasan lebih lanjut mengenai Kemitraan Kehutanan.
27 Februari 2019, Acara peresmian Industri Pensil Slat PT. Balsa Mandala Persada yang berlokasi di Desa Pelawan Jaya Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun.
Rangkaian penanganan konflik tenurial kawasan hutan antara IUPHHK-HTI PT. Agronusa Alam Sejahtera dengan Masyarakat di 12 Desa Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun. Koordinasi sebelum pelaksanaan identifikasi dan verifikasi terhadap subjek dan objek (tahap I) yang dilaksanakan oleh Direktorar PKTHA, BPSKL Wil. Sumatera, BPHP Wilayah IV Jambi, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun, Dinas Dukcapil Kabupaten Sarolangun dan Camat Mandiangin.
Rangkaian penanganan konflik tenurial kawasan hutan antara IUPHHK-HTI PT. Agronusa Alam Sejahtera dengan Masyarakat di 12 Desa Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun. Pelaksanaan identifikasi dan verifikasi terhadap subjek dan objek (tahap I) yang dilaksanakan oleh Direktorar PKTHA, BPSKL Wil. Sumatera, BPHP Wilayah IV Jambi, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun, Dinas Dukcapil Kabupaten Sarolangun dan Camat Mandiangin mulai tanggal 26 Februari 2019 - 2 Maret 2019.
Pengemasan produk HHBK madu hutan dan madu budidaya (Aphis mellifera) yang ada di Wilayah Kerja UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun.
Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan salah satu potensi HHBK yang ada di Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun, produk ini belum dipasarkan secara luas dan merupakan inovasi dari masyarakat di Kecamatan Singkut.
Gula Aren atau Enau merupakan salah satu potensi yang di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, akan tetapi produksinya masih rendah dan mulai berkurang karena ketersediaan bahan baku yang semakin berkurang.
Beeswax atau lilin lebah merupakan produk dari olahan sarang lebah madu hutan yang diproduksi oleh masyarakat pengumpul madu di Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun.
Minyak serai wangi yang diproduksi oleh swadaya masyarakat di Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun. Produksi minyak masih sedikit karena masih tahap penaman.
Sabun serai wangi ini merupakan salah satu inovasi untuk membuat produk turunan dari minyak serai wangi.
Lilin aromatherapi ini merupakan salah satu inovasi untuk membuat produk turunan dari minyak serai wangi.
Kegiatan sosialisasi pembinaan penatausahaan dan pemasaran hasil hutan melalui penatausahaan hasil hutan untuk meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Partisipasi aktif UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun dalam kegiatan Sarolangun Expo 2019 dalam rangka hari jadi Kabupaten Sarolangun yang ke-20 Tahun pada tanggal 14 - 19 Oktober 2019.
Apresiasi Pemerintah Kabupaten Sarolangun atas partisipasi UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun dalam kegiatan Sarolangun Expo 2019 dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sarolangun yang ke-20, sehingga UPTD KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun mendapat Juara II Stand Terbaik Kategori Kantor.