Galeri KPH



     

Asap Cair, ‘magazine’ Ampuh Melawan Corona” PARINGIN – “Corona, handap aja tulisannya tapi dampaknya luar biasa”. begitulah kata-kata pertama yang keluar dari H.Parno selaku Kasi Pemanfaatan Hutan KPH Balangan ketika mengawali giat serta berbincang dengan timnya yang hari ini, Senin (13/7) kembali melakukan pendistribusian asap cair untuk bahan disinfektan alami yang meliputi Kecamatan Tebing Tinggi dan Awayan. ‘Qoute of the day’ yang singkat,padat dan jelas tersebut menggambarkan betapa ‘gilanya’ pandemi ini, sehingga kembali membakar semangat personel yang terlibat untuk terus bertarung melawan musuh tak kasat mata bernama Covid-19 ini agar segera mundur dari banua, khususnya wilayah Balangan. Bermodalkan perangkat perang bernama asap cair yang di bawa dari kantor KPH Balangan, H.Parno dan tim langsung menyambangi kantor Kecamatan Tebing Tinggi dan Awayan. Tak tanggung-tanggung, 200 liter ‘magazine’ penangkal corona tersebut di turunkan pada dua kantor kecamatan yang masing-masing mendapatkan 100 liter untuk nantinya di jadikan bahan disinfektan melawan corona. “Guna memutus penyebaran virus ini, KPH Balangan terus berikhtiar sekuat tenaga agar pandemi ini segera berlalu, salah satunya melalui pendistribusian asap cair sebagai bahan disinfektan” Ucap H.Parno. Setelah itu lanjutnya H.Parno, asap cair yang di drop di kantor Kecamatan nantinya akan dibagikan lagi ke desa-desa lingkup masing-masing Kecamatan. “Apabila kekurangan atau kehabisan, kami sarankan kepada seluruh lapisan masyarakat agar segera mengambil asap cair di kantor, gratis” tutup H.Parno. (f/kphbalangan)
Laporan Hasil Rapat Koordinasi Konservasi Orang Hutan. Rapat koordinasi difasilitasi oleh DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, dihadiri oleh anggota DPRD, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Dishut Prov. KPH Tabalong, KPH Balangan, SKPD terkait, Dekan Fahutan ULM, SKPD Kabupaten dan UPT KLHK. Dalam rapat yang dipimpin oleh anggota DPRD, Zulfa, terungkap bahwa di Kalimantan Selatan ada Orang Utan yang keberadaannya terlihat pada wilayah Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Utara dan Tapin. (Rabu 15/07) Hasil Rakor : 1. Dari bukti-bukti yang diexpose oleh Balitbangda, BKSDA dan KPH Tabalong, disepakati bahwa Orang Hutan secara endemik memang ada di Kalsel, terlihat pada wilayah Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Utara dan Tapin. 2. Akan dilakukan identifikasi dan inventarisasi lokasi dan pakan Orang Utan dan kajian dampak sosial ekonomi masyarakat apabila lokasi dijadikan wilayah konservasi. 3. Melakukan pemetaan dan overlay habitat Orang Utan dengan pemukiman dan aktivitas lainnya seperti KSP Rawa Batang Banyu dan KHG Sungai Utar - Sungai Serapat. 4. Di Kab Tabalong lokasi habitat dan coridor orang hutan berala di APL dan akan diusulkan jadi KEE, sedangkan di Wilayah KPH Balangan berada pada Hutan Produksi : akan dilaksanakan revisi RPHJP KPH Balangan yang menunjuk blok dan petak lokasi ini jadi wilayah HCVF. 5. Akan dibuat Perda tetang pengelolaan KEE. Pelaksana : KKPH Kasi Linhut. Kasi Fathut.
KPH Balangan 6 Agustus melakukan olah raga pagi demi menjaga kebugaran tubuh
KPH Balangan Selasa,21 Juli 2020 Mohon ijin menyampaikan kegiatan Penyuluhan 1. Mendampingi Proses pembuatan Deorub pada KTH Rimba Lestari Junjung Buih Desa Juuh Kecamatan Tebing Tinggi Kab. Balangan dari komposisi asap cair dan cuka semut dengan perbandingan 1 liter cuka semut dicampur 20 liter asap cair jadi lah Deorub pekat 2. Larutan Deorub pekat di campurkan lagi komposisi 1 Liter dengan 5 sampai 10 liter air bersih 3. Pemberian segera dilakukan setelah mangkuk sadap penuh 4. Dengan demikian 1 liter Deorub dapat membekukan 150-200 lateks atau setara dengan 70 Kg karet kering 5. Keuntungan penggunaan Deorub - Lateks yang dihasilkan bersih - tidak mencemari lingkungan - meningkatkan kualitas - mencegah mengurangi bau busuk bahan olah karet sejak dari kebun,selama penyimpanan dan pengolahan karet dipabrik pengolahan karet 6. Petani masih terkendala pemasaran dan pembelian dari Pengepul denga harga relatif sama dengan pembeku lain (TSP dan Tawas)