Galeri KPH



     

KPH Balangan Selasa, 14 Juli 2020 Izin melaporkan giat monitoring RHL 2019 lokasi ; Desa Dayak Pitap Kec. Tebing Tinggi dan Desa Mayanau Kec. Tebing Tinggi Catatan : Melakukan monitoring tanaman sengon Desa Dayak Pitap dan Desa Mayanau dg jumlah lahan masing2 desa luasannya +-10 ha, pemantauan di lapangan - Terdapat lahan yg dirawat dg memanfaatkan lahan utk dtumbuhi padi dan cabe, persen hidup mncapai 80% - Terdapat lahan dengan pertumbuhan tidak seragam dikarenakan penanaman tdk serentak, karena bibit terlambat datang. - Terdapat petani yg tidak mau menyulam kembali tanaman yang mati, tanaman yg ditanam seadanya dan tanaman tidak terawat, menjadi lahan tersebut tidak memenuhi target luasan yang tanam. - ditemukan lahan sengon sudah cukup besar dengan diameter batang berkisar antara 5 - 12 cm, tetapi lahan tidak dirawat. -Terdapat petani tidak mau menyulam, beralasan karena tanaman yang ada sudah tinggi-tinggi, padahal dilokasi masih ada lahan yang kosong masih bisa untuk ditanam sengon. - Sebagian anggota sdh melakukan penyulaman dan sebagian lagi belum dikarenakan bibit sulaman banyak yg mati dan rata2 baru mencapai ketinggian 15-20 cm. - Ketinggian tanaman sengon sudah mencapai 1,5 - 3 m lebih, dengan diameter batang berkisar antara 5 - 10 cm. - Pemilik lahan yg tanaman sengon tidak terawat akan segera melakukan pembersihan dari tanaman semak dan tumbuhan menjalar, serta akan melakukan pemangkasan thd cabang2 yg tumbuh. Pelaksana : 1. Prawesty 2. Wahyu Nur Aini 3. Iman Noari 4. M. Naparin Rifani 5. Riduan Yusuf 6. Hendra Nur Adha R
“PETUGAS MONITORING RHL 2019 SENTIL ANGGOTA YANG TAK RAWAT LAHANNYA DENGAN BAIK” PARINGIN – KPH Balangan kembali menggelar giat monitoring Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) 2019, kali ini Desa Dayak Pitap dan Mayanau Kecamatan Tebing Tinggi yang menjadi destinasi giat petugas yang terjun ke lapangan, Selasa (14/7). Petugas monitoring yang di dominasi oleh tim Perlindungan Hutan KPH Balangan tersebut menemukan beberapa fakta pada saat pelaksanaannya di lapangan seperti adanya lahan dengan pertumbuhan yang tidak seragam dikarenakan penanaman tidak serentak akibat bibit yang terlambat datang, selain itu petugas juga mendapati adanya petani yang enggan menyulam tanamannya, mereka beralasan karena tanaman yang ada sudah tumbuh tinggi, padahal pada lokasi tersebut masih terdapat lahan yang kosong bisa dimanfaatkan untuk menanam sengon. Tak berhenti sampai disitu, data minor lainnya adalah adanya petani yang tidak mau menyulam kembali tanaman yang mati, ditambah tanaman terdahulu yang tidak terawat sehingga menjadikan lahan tersebut tidak memenuhi target luasan yang tanam. Prawesty, ketua tim giat langsung menyentil pemilik lahan yang belum melakukan penyulaman dan pembersihan agar segera merawat tanamannya masing-masing sehingga tanaman sengon tumbuh dengan baik. “Kami tekankan kepada anggota yang lahannya tidak terawat agar segera melakukan pembersihan, bibit yang mati agar segera di sulam” Tegas Prawesty. Dari data minor yang sudah di sebutkan tadi tentunya juga terdapat fakta mayor di lapangan seperti ditemukannya lahan yang dirawat dengan baik oleh si pemilik lahan dengan memanfaatkannya untuk menanam padi dan cabai, presentasi sengon yang tumbuh juga mncapai 80%, selain itu petugas juga menemukan adanya tanaman sengon dengan ketinggian mencapai 1,5 - 3 m lebih, dengan diameter batang berkisar antara 5 - 10 cm.(f/kphbalangan)
Rabu, 22 Juli 2020, Izin menyampaikan giat Pelepasliaran 1 ekor Satwa yang dilindungi, yaitu Kukang Kalimantan / Putra Bayu ( Nyctiicebus coucang ) dewasa berjenis kelamin betina dan dalam kondisi sehat di kawasan hutan Desa Juuh Kec. Tebing Tinggi. Pelepasliaran ini juga disaksikan oleh Sdr. Aris Fadhillah, A.Md Polhut dari BKSDA. Pelaksana : 1. Prawesty 2. M. Naparin Ripani 3. Riduan Yusuf 4. Rifani Parkan
Rabu 29 Juli 2020 Izin menyampaikan Kegiatan Monitoring RHL APBN 2018 (P2) bersama tim BPDAS dan Vendor (CV. BSL) di Desa Marajai Kec.Halong. Dari hasil pelaksanaan diketahui bahwa tanaman di tempat terbuka tumbuh sangat baik dan tanamannya cukup besar-besar, sedangkan tanaman yang berada di bawah tegakan pertumbuhannya kurang optimal seperti tanaman kemiri, jengkol dan cempedak. Selain itu, setiap jalur tanam juga tidak dibersihkan banyak semak belukar juga menyebabkan gangguan pada pertumbuhan tanaman. Dari hasil monitoring di lapangan tanaman yang mati mencapai 20% terutama yang berada dibawah tegakan. Pihak vendor diminta untuk segera melakukan penyulaman terhadap tanaman yang mati dan segera membersihkan jalur tanam dan melakukan pemeliharaan terhadap tanaman yang masih hidup. Tidak lupa juga, tim mengingatkan vendor agar menjaga tanamannya dari bahaya kebakaran dan selalu berkoordinasi dengan MPA Marajai. Pelaksana : BPDAS KASI LINHUT BAKRIM TKPH
Izin melaporkan, Selasa 28 Juli 2020 Kegiatan Monitoring RHL APBN 2018 bersama tim BPDAS dan Vendor pelaksana kegiatan di desa Marajai. Dari hasil pelaksanaan diketahui bahwa tanaman RHL 2018 yang berada di tempat terbuka, tumbuh dengan sangat baik sedangkan tanaman yg berada di bawah naungan mengalami perlambatan dalam pertumbuhannya kecuali jenis meranti. Selain itu, tidak bersihnya jalur tanam juga menyebabkan gangguan pada pertumbuhan tanaman. Masih banyak tanaman yang mati saat dilakukan monitoring ini (mencapai 30%) terutama yang berada dibawah naungan. Fihak vendor diminta untuk segera melakukan penyulaman terhadap tanaman yg mati dan segera membersihkan jalur tanam dan melakukan pemeliharaan terhadap tanaman yang masih hidup. Pelaksana KRPH Tebing Tinggi